Konsep Kelembagaan 7 McKinsey Peter dan Waterman guna Menganalisis Efektivitas Organisasi Baru
oleh Pambayun, KG, Kepala Perpustakaan IPDN Jatinangor, 2024
Hollo sobat praja sekalian.. beberapa hari yang lalu Kami memperoleh permohonan layanan konsultasi riset/Literasi Informasi dengan identifikasi permintaan informasi berupa teori yang relevan berkaitan dengan Restrukturisasi/Kelembagaan Organisasi. Setelah kebutuhan informasi pemustaka teridentifikasi, Petugas melakukan penelusuran informasi melalui beberapa database antara lain menggunakan database Skripsi/Laporan akhir praja secara online/manual, menggunakan database google scholar melalui bantuan aplikasi Pop (Publish or Perish) dan beberapa e-resources lainnya.
Hasil penelusuran informasi diperoleh beberapa teori antara lain:
a. Artikel "Restrukturisasi dan Reposisi Birokrasi" oleh Imam Maulana Yusuf menganalisis desain organisasi melalui tiga indikator utama: faktor lingkungan (pengaruh eksternal terhadap organisasi), strategi (mendorong keunggulan kompetitif), dan teknologi (mengatur pendelegasian dan mekanisme terpadu).
b. Peter dan Waterman dalam Model 7 McKinsey menyoroti elemen kelembagaan seperti sistem, staf, gaya, keahlian, nilai bersama, struktur, dan strategi untuk mengevaluasi efektivitas organisasi baru.
c. Sementara itu, Schein menekankan pentingnya proses refreezing dalam restrukturisasi birokrasi, yang melibatkan pembentukan perilaku pribadi (menciptakan kenyamanan dengan perilaku baru melalui latihan dan umpan balik) serta pembentukan interpersonal (penyesuaian perilaku baru antar anggota organisasi agar dapat bekerja sama secara efektif).
Setelah dilakukan konfirmasi hasil penelusuran kepada pemohon mengenai informasi yang dibutuhkannya tentang penelitiannya dalam mengukur keberhasilan restrukturisasi birokrasi baru yakni dari Bappeda ke organisasi Bappelitbangda di Kabupaten pemohon, serta mempertimbangkan bahwa sumber teori pada artikel Yusuf diragukan keabsahannya, dan teori Schein yang belum ditemukan sumber buku aslinya maka Kami menyimpulkan untuk merekomendasikan Teori Model Kelembagaan 7 mckinsey oleh Peters dan Waterman. Setelah dilakukan konformasi Kembali kepada pemustaka, pemustaka juga berfikir hampir sama dengan Kami bahwasanya 7 konsep kelembagaan tersebut lebih mudah dipahami olehnya dan relevan untuk diterapkan dalam penelitiannya ketimbang 2 teori lainnya.
Peter dan Waterman mengembangkan konsep kelembagaan 7 McKinsey yang merupakan kerangka kerja untuk menganalisis efektivitas organisasi baru dalam hal ini Bapelitbangda. Konsep ini mencakup tujuh elemen yang saling terkait dan harus selaras untuk mencapai tujuan organisasi dengan enjelasan dari masing-masing indikator adalah sebagai berikut:
1. System (Sistem): Mengacu pada proses dan prosedur formal maupun informal yang digunakan untuk menjalankan operasi sehari-hari dalam organisasi. Contohnya termasuk sistem manajemen, proses pengambilan keputusan, atau mekanisme pengendalian kualitas.
2. Staff (Staf): Berhubungan dengan sumber daya manusia di dalam organisasi, termasuk jumlah, kompetensi, dan motivasi karyawan. Faktor ini mencakup perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan pengelolaan tenaga kerja.
3. Style (Gaya): Mengacu pada gaya kepemimpinan dan budaya kerja yang diterapkan dalam organisasi. Gaya ini memengaruhi bagaimana pemimpin berinteraksi dengan karyawan dan bagaimana nilai-nilai organisasi dipraktikkan.
4. Skill (Keahlian): Merupakan kemampuan inti yang dimiliki oleh individu maupun organisasi secara keseluruhan. Hal ini mencakup keahlian teknis, manajerial, dan kemampuan untuk berinovasi.
5. Shared Values (Nilai Bersama): Mengacu pada prinsip atau nilai inti yang menjadi landasan bagi seluruh anggota organisasi. Nilai-nilai ini memberikan identitas dan tujuan bersama bagi organisasi.
6. Structure (Struktur): Berhubungan dengan cara organisasi diatur, termasuk hierarki, pembagian peran, dan hubungan antar unit kerja. Struktur ini mencakup organisasi formal dan informal yang memengaruhi aliran informasi dan otoritas.
7. Strategy (Strategi): Strategi mengacu pada rencana atau pendekatan yang dirancang untuk mencapai tujuan jangka panjang organisasi. Strategi ini mencakup perencanaan taktis, inovasi, dan pengelolaan sumber daya.
Sebagai simpulan dari artikel ini bahwa, Peter dan Waterman memperkenalkan konsep kelembagaan 7 McKinsey sebagai kerangka kerja untuk menganalisis efektivitas organisasi. Konsep ini terdiri dari tujuh elemen utama yang saling terkait: sistem, yaitu proses dan prosedur operasional; staf, yang mencakup kompetensi dan pengelolaan sumber daya manusia; gaya, yaitu pola kepemimpinan dan budaya kerja; keahlian, berupa kemampuan inti individu dan organisasi; nilai bersama, yang menjadi landasan dan identitas organisasi; struktur, yaitu pengaturan hierarki dan hubungan kerja; serta strategi, yakni rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan. Ketujuh elemen ini harus selaras agar organisasi dapat berfungsi secara optimal.
Referensi:
Peters, T., & Waterman Jr, R. H. (2011). McKinsey 7-S model. Leadership Excellence, 28(10), 2011. https://futurefocuscoaching.org/wp-content/uploads/2021/11/Peters-2011-McKinsey-7-S-Model.pdf
Burke, W. W. (2023). Organization change: Theory and practice. Sage publications. https://library.lol/main/2B947C39D9DCCB79D00A6D6D22F32D6A
Yusuf, I. M. (2018). RESTRUKTURISASI DAN REPOSISI BIROKRASI (SEBAGAI SOLUSI MENATA HUBUNGAN POLITIK DAN BIROKRASI). Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 5(2), 22-28. https://jurnal.unigal.ac.id/dinamika/article/view/1410/1157
Posting Komentar untuk " Konsep Kelembagaan 7 McKinsey Peter dan Waterman guna Menganalisis Efektivitas Organisasi Baru"